Langsung ke konten utama

Postingan

Kita Punya Segalanya

Atmosfer ku kala ini mulai kontras dengan segumbung penat yang menghelaku. Semakin hari, aku merasa bahwa aku tidak bisa memberikan yang terbaik. Ini bukan soal dunia yang memaksaku untuk membuktikan itu, tapi kasih yg belum terbalas terus menggunung di kepalaku yang memicu diri ini untuk segera membalasnya semua. Ya, semua yang sudah di percayakan mereka untukku. Meskipun tidak sesuai dengan yang kuharapkan serta berbeda dengan apa yang aku pikirkan, aku beruntung, aku bisa menyelesaikan ini sehingga aku bisa memaknai hidupku jauh lebih baik. I k h l as Dari sini semua yang kau lakukan akan jauh terasa lebih bermakna. Akankah kamu merasa bahwa hanya dirimu yg sedang berada di titik tersulit dan menemui banyak trouble ? Kau tak sendiri. “Barangsiapa menghendaki akhirat, maka inginnya menjadi ikhlas dalam mencari ilmu.” - Imam Syafi'i

Takkan Terbalaskan

Ditengah-tengah agustus ini, aku melangkahkan kaki menjajaki dunia yang sama sekali asing. Mengawali belajar di kota orang yang entahlah aku harus kemana. Waktu yang terasa cepat berlalu, dengan dihantarkan kedua orang tuaku serta keluarga yg lainnya.. aku menyadari betapanya perjuangan mereka. Ketulusan dan pastinya budget yang mereka keluarkan, takpernahkah kalian berfikir? Perasaan tak pantas untuk kudapatkan. Seorang anak yang terkadang atau bahkan seringkali menyusahkan kedua orang tuaku. Betapa kecilnya aku dihadapan allah. Aku yang tak berdaya ini harus dihadiahi sosok yang penuh cinta kasih? Berfikir ulang atas apa yang selama ini aku sisa-siakan. Rasanya aku belum berguna untuk mereka. Aku yang selama ini hanya bisa meminta dan selalu ingin dipenuhi kebutuhannya harusnya berfikir bagaimana cara membahagiakan mereka. Perjuangan mereka.. mereka yang bekerja pagi siang malam.. menyajikan makanan yang terkadang kita masih menyia-nyiakannya.. berbelanja sesuka hati kita tanpa tah...

Semangat 2017 !!

finaly lulus SMA daaan taraa SNMPTN membawaku ke kampus Kedokteran Jenderal Soedirman tepatnya di Purwokerto, Jawa Tengah. :) jadi calon maba memang banyak lah isu-isunya wkwk jadi ini kita inisiatif untuk menghapal Mars dan Hymne Unsoed meskipun belum disuruh oleh kating hehe .. Hymne Universitas Jenderal Soedirman UNSOED Harumkan Wiyata Tinggi Lagu – syair=R.A.J. Soedjasmin Karyamu cendekia didambakan negara dharmamu sepenuhnya sumbangkan membangun nusa membina sarana karya raksasa menuju bangsa sejahtera Budhaya pribadi yang asli murni harumkan wiyata tinggi Mars Universitas Jenderal Soedirman UNSOED Kami Mahasiswa Unsoed bertekun dalam wiyata Jiwa Panglima besar Kita cerminkan hasrat membaja Memupuk rasa persatuan berdasarkan Pancasila Memimpin rakyat kesejahtera serta pribadi bangsa UNIVERSITAS NEGERI JENDERAL SOEDIRMAN maju terus pantang mundur UNIVERSITAS NEGERI JENDERAL SOEDIRMAN bercita-cita luhur Kami Mahasiswa Unsoed siap men...

Titik jenuh.

Adakalanya kita merasa janggal. Adakalanya kita merasa tak biasa. Adakalanya kita merasa canggung untuk bertingkah seperti biasa. Adakalanya kita butuh untuk didengar. Adakalanya kita butuh untuk dimengerti. Adakalanya kita butuh untuk dijawab. Adakalanya kita tak mau lagi berjuang. Tentu, ada kalanya kita terlalu lelah untuk berjuang. Apalagi jika aksi= 0. Untuk apa lagi? Sudahlah. Mungkin kita terlalu baik untuknya. Mungkin kita terlalu menganggapnya seperti kita menggenggam erat asa. Padahal, siapa kita baginya? Tak berarti. Untuk apa kehadiran ku yg bahagia menyapamu selama ini? Salah kah aku?mungkin.

Inginku

Inginku selesaikan cerita bahagia Berada di sekumpulan pejuang tatkala aku tiada menegerti arti perjuangan Mengawali diri tiada tahu Menjadi sosok pendamping yang selalu mengajarkan arti dari waktu Melewati hari dengan penuh cita cita berseri Tercermin dari kegigihanku kala itu Merindukan sesosokmu yang empatik Serta diri yang dipenuhi pancaran religius Kala itu hanya buku yang selalu menjadi saksi perbincangan kita yang slalu hangat dipandang Hingga tak sadarkan aku siapa bagi mereka Hingga kita.. mungkin membuat suatu kesalahan besar Sampai lupa akan pencipta yang selalu melirik Untunglah saat itu diri yang cepat sadar hingga sekarang tiada arti mengejar asa Kubendung rasa iba ini dipenghujung Biarkan arus mengarungi kuatnya bendungan tak terkira ini Kusudahi cerita bahagia ini Meski berujung pahit, tak berbekas, sampai akhirnya dengan mudah melupakan.

Akhirkah

Entahlah mengapa aku terjebak saat itu Berada di dalam kisah yang suram Bersamamu kala itu membuatku tak sadar Rasa yang berlebihan terlarut dalam benakku Aku tau itu tak mungkin baik Sebab kutau bukan aku yang kau tunggu Namun aku benci akanmu yang terus memberikan itu semua padaku Kita memang sedekat nadi kala itu Bercanda gurau tanpa batas Kala itu kuberharap aku adalah teman yang benar2 saudara bagimu, tak lebih. Namun.. Sekarang.. setelah kusadari semuanya Aku takut, rasa mu tidak seperti yg kuharap Aku tak ingin itu berakhir Namun aku tak ingin itu menjadi lebih Aku ingin seperti dulu Saat ku tak tau akan itu